Menyusun soal ujian yang baik memakan waktu. Satu perangkat soal bisa menghabiskan satu sore: mencari materi, menulis pokok soal, merancang pengecoh, lalu mengetik kunci jawaban. Wajar kalau banyak guru tergoda memakai AI.
Pertanyaannya bukan lagi "bisakah AI membuat soal?", melainkan "bagaimana memakainya supaya soalnya benar-benar layak dipakai?" Artikel ini membahas cara meminta soal dengan jelas, apa yang wajib Anda periksa sebelum menyimpannya, dan bagaimana alurnya di Koreksia. Ditulis untuk guru SD, SMP, dan SMA yang menyusun soal pilihan ganda dan bentuk objektif lainnya.
Apa yang Bisa dan Tidak Bisa Dilakukan AI
AI unggul untuk pekerjaan yang repetitif:
- Membuat draf soal dalam jumlah banyak dengan cepat.
- Memberi variasi redaksi dan konteks untuk konsep yang sama.
- Menyusun pengecoh yang tampak masuk akal.
- Membuat soal dalam beberapa bahasa.
Tetapi ada hal yang tidak bisa Anda serahkan:
- Kebenaran fakta. AI bisa menulis soal yang terdengar meyakinkan namun keliru, misalnya kunci jawaban yang salah hitung atau fakta sejarah yang tertukar.
- Kesesuaian dengan yang Anda ajarkan. AI tidak tahu apa yang sudah dibahas di kelas Anda.
- Kualitas pengecoh. Kadang pengecohnya terlalu jelas salah, atau ada dua pilihan yang sama-sama benar.
- Keputusan akhir. Soal adalah tanggung jawab guru, bukan model.
Jadi anggap AI sebagai asisten yang cepat tetapi perlu diperiksa, bukan penulis soal yang bisa dipercaya penuh.
Lima Langkah Meminta Soal yang Tepat
1. Tentukan tujuan, bukan hanya topik. "Pecahan" terlalu lebar. "Membandingkan dan mengurutkan pecahan berpenyebut berbeda" jauh lebih terarah. Semakin spesifik materinya, semakin sedikit soal yang melenceng.
2. Sebutkan jenjang kelas dan kurikulum. Soal kelas 4 dan kelas 7 untuk topik yang sama memakai bahasa dan tingkat abstraksi yang berbeda. Kurikulum acuan juga memengaruhi cakupan materi.
3. Atur tingkat kesulitan sesuai tujuan. Untuk ulangan harian, kombinasi sedang dengan sedikit mudah dan sulit biasanya seimbang. Untuk pemantapan, naikkan porsi sulit.
4. Variasikan bentuk soal. Jangan hanya pilihan ganda biasa. Campurkan pilihan ganda kompleks (lebih dari satu jawaban benar), benar/salah, dan menjodohkan agar siswa tidak hanya menebak.
5. Hasilkan sedikit dulu. Minta 5 sampai 10 soal, periksa mutunya, baru tambah. Memeriksa 10 soal yang bagus lebih ringan daripada membuang 30 soal yang acak.
Daftar Cek Sebelum Menyimpan Soal
Gunakan daftar ini untuk setiap soal hasil AI:
- Kunci jawaban benar. Hitung ulang sendiri untuk soal hitungan. Cek fakta untuk soal hafalan.
- Hanya satu jawaban benar pada pilihan ganda biasa. Pastikan tidak ada pengecoh yang ternyata juga benar.
- Pengecoh masuk akal. Idealnya mewakili kesalahan umum siswa, bukan jawaban asal-asalan.
- Redaksi jelas dan tidak ambigu. Satu soal, satu maksud.
- Bahasa sesuai jenjang. Hindari istilah yang belum dikenal siswa.
- Sesuai materi yang sudah diajarkan. Hapus soal yang menuntut konsep yang belum dibahas.
- Tidak ada petunjuk jawaban di pokok soal atau panjang pilihan. Jawaban benar yang selalu paling panjang mudah ditebak.
- Tidak ada bias atau konteks yang tidak pantas untuk siswa Anda.
Soal yang lolos daftar ini boleh disimpan. Yang meragukan lebih baik dibuang atau ditulis ulang.
Uji Mutu Soal Setelah Dipakai
Pemeriksaan sebelum ujian hanya separuh pekerjaan. Setelah siswa mengerjakan, datanya menunjukkan soal mana yang benar-benar bagus. Dua ukuran yang berguna adalah tingkat kesulitan (berapa persen siswa yang benar) dan daya pembeda (apakah soal membedakan siswa yang paham dari yang belum). Caranya dibahas di artikel analisis butir soal pilihan ganda. Soal AI yang lolos uji ini layak masuk bank soal untuk dipakai lagi.
Membuat Soal dengan AI di Koreksia
Koreksia adalah aplikasi Android untuk guru: soal dicetak bersama lembar jawabannya, lalu lembar jawaban siswa dipindai dengan kamera HP. Di dalamnya ada fitur Buat Soal dengan AI yang dirancang dengan alur "AI membuat draf, guru memutuskan".
Yang Anda isi:
- Mata pelajaran, bisa memilih dari daftar atau menulis sendiri.
- Topik atau materi.
- Jenjang kelas.
- Tingkat kesulitan: mudah, sedang, atau sulit.
- Kurikulum acuan: Kurikulum Merdeka atau K13.
- Bahasa soal: Indonesia, Jawa, Inggris, atau Jepang.
- Jumlah soal per bentuk: pilihan ganda, pilihan ganda kompleks, benar/salah, dan menjodohkan.
Yang terjadi sesudahnya:
- Soal hasil AI ditampilkan lebih dulu untuk Anda tinjau. Anda bisa menghapus soal yang tidak layak.
- Tidak ada soal yang tersimpan otomatis. Hanya soal yang Anda setujui yang masuk ke bank soal.
- Sistem memeriksa bentuk setiap soal, misalnya kunci jawaban harus termasuk di antara pilihan. Pemeriksaan ini menjaga format, bukan kebenaran isi, jadi daftar cek di atas tetap Anda yang menjalankan.
- Soal yang sudah disimpan bisa diedit: ubah teks, tambah gambar, atau tulis rumus.
- Dari ujian itu Anda bisa mengekspor PDF lembar soal beserta lembar jawabannya, dan mengacak urutan soal menjadi Paket A sampai D agar siswa sulit menyontek.
- Ada batas pemakaian harian untuk fitur AI.
Soal privasi: hanya topik, mata pelajaran, jenjang kelas, tingkat kesulitan, kurikulum, bahasa, dan jumlah soal yang dikirim ke Google Gemini untuk menghasilkan draf. Nama siswa, NISN, dan data pribadi siswa tidak pernah ikut terkirim. Rincian lengkapnya ada di kebijakan privasi Koreksia.
Satu hal yang jujur perlu disampaikan: fitur ini membantu membuat draf, tetapi kebenaran faktual soal tetap perlu Anda cek sendiri.
Coba Buat Soal dengan AI
Buka Koreksia, buat ujian baru, lalu pilih Buat Soal dengan AI. Mulai dengan 5 soal untuk satu topik yang baru Anda ajarkan, periksa dengan daftar cek di atas, dan lihat berapa lama waktu yang Anda hemat.
Lihat juga halaman Koreksia untuk fitur lengkapnya. Punya saran atau kendala? Hubungi saya.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apakah soal AI boleh langsung dipakai tanpa diperiksa? Tidak disarankan. Kunci jawaban, kejelasan redaksi, dan kualitas pengecoh perlu Anda periksa. AI bisa keliru dengan nada yang meyakinkan.
Bentuk soal apa saja yang bisa dibuat di Koreksia? Pilihan ganda, pilihan ganda kompleks, benar/salah, dan menjodohkan.
Apakah bisa untuk mata pelajaran selain matematika? Bisa. Koreksia menyediakan pilihan mata pelajaran seperti IPA, IPS, PPKn, bahasa, dan lainnya, atau Anda bisa menulis mata pelajaran sendiri.
Apakah ada soal dalam bahasa daerah atau bahasa asing? Bahasa soal bisa dipilih: Indonesia, Jawa, Inggris, atau Jepang. Untuk bahasa selain Indonesia, kualitas bahasanya sebaiknya diperiksa penutur yang paham.
Apakah data siswa dikirim ke AI? Tidak. Yang dikirim hanya topik, mata pelajaran, jenjang, tingkat kesulitan, kurikulum, bahasa, dan jumlah soal.
Apakah gratis? Saat ini Koreksia gratis dipakai, dengan batas pemakaian harian untuk fitur AI.
Apakah tersedia untuk iPhone? Saat ini Koreksia tersedia untuk Android.